Pergerakan Rakyat Anti Korupsi ( Progresi ) yang di pimpin Holid Safei selaku Kordinator Lapangan (Korlap) menyampaikan aspirasinya di halaman Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten wilayah Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, Ruko Ayodhya Square, Blok G 32, Jum’at (09/01).
Dihadapan para pendemo, jajaran pengawas SMA/SMK mendampingi Teguh Setiawan Kepala KCD wilayah Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, Teguh Setiawan secara tegas mengatakan pihaknya akan bekerja secara maksimal, ” Kami akan melakukan perbaikan kinerja, dan akan melakukan tindakan – tindakan dan memfollowup ke lapangan, tindakan secara preventif, kami bertugas hanya melakukan evaluasi, pengawasan dan monitoring, menghimbau terus menerus kepada seluruh pihak Unsur Pendidik, pihak sekolah harus taat pada aturan, peraturan yang diberikan oleh pemerintah, supaya anak didik mendapatkan pendidikan yang penuh.
Kata Teguh, yang tadi disampaikan oleh teman-teman ini akan menjadi catatan evaluasi untuk melakukan tindakan lebih preventif. Kami juga mengucapkan terima kasih sebagai penyeimbang informatif terhadap kami untuk segera lakukan perbaikan, ” Tegas Teguh
Selain itu Teguh juga menjelaskan, berdasarkan data tahun 2025, banyaknya kasus bullying dan kekerasan yang dilakukan terhadap anak, juga terjadinya penahanan ijazah. Sebagai acuan kerja yang informatif ditingkat provinsi, KCD akan bekerjasama dengan para kontrol sosial untuk meminimalisir kejadian yang tak terulang kembali.
” Di Tahun 2025, yang paling banyak itu kasus bullying, lalu, kedua kekerasan terhadap anak, sampai sekarang masih ada. Ada beberapa kasus, salah satunya penahanan ijazah. Kami tentunya akan konsen terhadap hal itu. Mereka adalah anak bangsa yang mempunyai hak pendidikan yang utuh mulai dari kelas 10 sampai kelas 12, ” tandas Teguh Setiawan.
Usai menyampaikan aspirasinya, kepada wartawan, Holid mengatakan bahwa Aksi ini yang kedua kalinya, ” sebagai bentuk kepedulian mahasiswa Pergerakan Rakyat Revolusi Anti Korupsi (Progresi), terhadap sektor pendidikan. Kami kecewa dengan kinerja KCD, lantaran lemahnya dalam pengawasan ” kata Holid saat dikonfirmasi
Beberapa tuntunan yang kita sampaikan kata Holid terkait, melakukan tindakan pungutan liar yang di bebankan kepada masyarakat untuk menebus ijazah. ” Terkait penahanan ijazah dan yang kedua terkait pungli biaya buku LKS dan biaya yang dipungut dari sekolah. Bila tak ditanggapi, mungkin kedepannya kita akan running berangkat ke Dinas Provinsi Banten atau Kantor Gubernur, ” jelasnya Holid.
Holid berharap, aspirasi masyarakat ini, dapat direalisasikan oleh pihak terkait. Hingga tindakan secara tegas sesuai regulasi yang ada.
” Kita anggap harapan kita semua sama-sama tidak ada lagi pungli dan tidak ada lagi penahanan ijazah khususnya di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan, ” pungkasnya.
– end

Tinggalkan Balasan