TANGERANG – Belum usai penanganan dampak banjir dan puting beliung, bencana pergeseran tanah kini melanda permukiman warga di Kampung Cipayaen, Desa Tegalsari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (23/1) sore tersebut mengakibatkan lima rumah rusak berat hingga tak layak huni.
Bencana ini bermula saat warga merasakan getaran yang memicu kepanikan pada sore hari. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (24/1), retakan tanah menjalar hingga ke area luar rumah, menyebabkan struktur bangunan amblas dan dinding mengalami retak hebat.
Eka, salah satu warga terdampak, menjelaskan bahwa seluruh bagian ruangan di rumahnya mengalami keretakan. Kondisi terparah berada di area dapur yang nyaris roboh.
“Kejadiannya kemarin sore saat saya tidak di rumah, tapi anak saya ada di dalam. Saya sangat khawatir, jadi kami terpaksa mengungsi karena takut bangunan tiba-tiba ambruk kalau kondisinya makin parah,” ujar Eka kepada awak media, Sabtu (24/1/2026).
Hingga saat ini, tercatat sedikitnya lima kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat maupun tetangga terdekat. Warga mengaku masih trauma dan khawatir akan adanya pergeseran tanah susulan.
Senada dengan Eka, Abdul, warga terdampak lainnya, mengonfirmasi bahwa seluruh penghuni dari lima rumah yang rusak telah meninggalkan kediaman mereka demi keamanan.
“Kami mengungsi karena masih takut. Kita tidak tahu kapan tanah akan bergeser lagi atau kapan bangunan ini benar-benar ambruk,” kata Abdul.
Meski pihak berwenang dilaporkan telah meninjau lokasi tak lama setelah kejadian, warga berharap adanya langkah konkret dan bantuan nyata dari Pemerintah Kabupaten Tangerang terkait kelanjutan nasib hunian mereka.

Tinggalkan Balasan