TANGERANG – Puluhan warga Kecamatan Cisoka, melakukan aksi spontan dengan menghadang armada truk tanah di Jalan Raya Cisoka – Adiyasa, Minggu (26/1/2026) malam. Aksi ini merupakan bentuk protes warga terhadap operasional truk tanah yang dianggap mengganggu kenyamanan dan ketertiban lingkungan.

Kapolsek Cisoka, Iptu Aditya Surya Sakti, mengonfirmasi insiden tersebut. Pihaknya segera menerjunkan personel ke lokasi untuk mencegah potensi konflik fisik serta mengurai kemacetan yang sempat mengular.
Kronologi Kejadian.

Aksi dimulai sekitar pukul 23.10 WIB. Warga menghentikan truk tanah bertuliskan “DUTA” yang tengah melintas dan menuntut seluruh armada untuk segera memutar balik.

“Kami menurunkan personel dipimpin Pawas Iptu Supandi untuk pengamanan dan memberi arahan kepada warga. Fokus utama adalah memastikan situasi kondusif dan arus lalu lintas kembali lancar,” ujar Iptu Aditya saat dikonfirmasi, Senin (26/1/2026).

Mediasi dan Solusi Lapangan
Guna meredam tensi massa, kepolisian mengambil langkah persuasif dengan memfasilitasi tuntutan warga. Polisi mengawal proses mundurnya armada truk untuk mencari lokasi putar balik yang aman.

IMG 0358
Foto : Personel Polsek Cisoka

• Tuntutan Warga: Larangan melintas bagi truk tanah pada malam tersebut.
• Tindakan Polisi: Memerintahkan truk memutar balik di area Perumahan Regensi, Desa Sukatani.
• Kondisi Akhir: Jalan Raya Cisoka – Adiyasa kembali normal pada pukul 01.00 WIB dini hari.

Meski situasi telah terkendali, kepolisian tetap bersiaga. Hal ini dilakukan menyusul adanya pernyataan warga yang akan kembali melakukan penghadangan jika truk tanah masih melanggar jam operasional yang disepakati.

Iptu Aditya menegaskan bahwa pihaknya akan memantau perkembangan di lapangan guna mencari solusi permanen. “Kami mengimbau semua pihak menjaga ketertiban umum. Kami akan mencari solusi terkait jam operasional agar tidak ada lagi aksi spontan yang mengganggu mobilitas masyarakat,” pungkasnya.