TANGERANG – Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan (AMPP) melayangkan kritik keras terhadap kondisi infrastruktur di sepanjang ruas Tol Tangerang–Merak. Aliansi ini mengeklaim adanya kerusakan parah, genangan air, hingga ambruknya Tembok Penahan Tanah (TPT) yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Sebagai bentuk protes, AMPP berencana menggelar aksi unjuk rasa di kantor PT Marga Mandala Sakti (MMS) selaku operator jalan tol tersebut.

Upaya Persuasif Belum Membuahkan Hasil
Perwakilan AMPP, Alamsyah, menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan langkah persuasif sebelum memutuskan untuk turun ke jalan. Namun, komunikasi yang dibangun melalui surat resmi diklaim tidak mendapat respons yang memuaskan dari pihak pengelola.

“Kami sudah bersurat ke PT MMS untuk mengajak diskusi dan klarifikasi. Namun, melihat pengalaman sebelumnya, respons dari pihak pengelola terkesan lambat atau slow response,” ujar Alamsyah, Selasa (27/1/2026).
Menurut Alamsyah, kerusakan infrastruktur di jalan tol tersebut bukan merupakan persoalan baru. Ia menyayangkan lambannya penanganan maksimal dari pihak pengelola di tengah kewajiban pengguna jalan membayar tarif tol.

“Unjuk rasa ini bertujuan agar PT MMS benar-benar menjalankan tanggung jawabnya. Jangan hanya fokus menarik tarif tol, tapi abai terhadap keselamatan dan kenyamanan publik,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, AMPP menjadwalkan penyerahan surat pemberitahuan aksi unjuk rasa kepada pihak kepolisian hari ini. Langkah ini diambil sebagai bentuk penyampaian pendapat di muka umum guna menuntut kepastian perbaikan ruas jalan yang rusak.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Marga Mandala Sakti belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan maupun rencana aksi yang akan dilakukan oleh AMPP.