TANGERANG – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tangerang memperkuat pendekatan humanis melalui program “Sambang Warga Binaan”. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka bagi para penghuni rutan untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan selama masa penahanan.

Dalam pelaksanaannya, petugas mendatangi langsung blok hunian untuk berdialog secara tatap muka. Suasana santai sengaja dibangun agar warga binaan dapat berbicara terbuka mengenai berbagai kendala, mulai dari masalah kesehatan hingga kondisi psikologis, tanpa merasa tertekan.

Pendekatan Persuasif dan Deteksi Dini

Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Irhammudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan instrumen penting dalam menjaga stabilitas keamanan di dalam rutan.

“Kegiatan sambang merupakan upaya membangun hubungan harmonis antara petugas dan warga binaan. Kami ingin memastikan mereka merasa didengar dan diperhatikan,” ujar Irhammudin.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dialog ini berfungsi sebagai deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Dengan memahami kondisi mental dan fisik warga binaan secara personal, petugas dapat mengambil langkah preventif sebelum muncul permasalahan yang lebih besar.

Sejumlah warga binaan menyambut positif inisiatif ini. Menurut mereka, kehadiran petugas di blok hunian memberikan rasa aman untuk mencurahkan permasalahan pribadi, termasuk kerinduan pada keluarga maupun kendala dalam proses pembinaan.

Melalui program ini, Rutan Kelas I Tangerang berkomitmen menciptakan lingkungan yang kondusif. Fokus utamanya adalah menyeimbangkan penegakan aturan dengan penghormatan terhadap hak-hak kemanusiaan demi keberhasilan proses integrasi sosial warga binaan di masa depan.