TANGERANG – Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terkait potensi pencemaran sumber air Perumda Tirta Kerta Raharja (TKR) menyusul insiden kebakaran hebat yang menghanguskan sebuah gudang kimia baru-baru ini.

Limbah cair hasil pemadaman maupun zat kimia yang terlarut dikhawatirkan merembes ke aliran sungai yang menjadi bahan baku air bersih. Menanggapi situasi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang memberikan peringatan dini kepada warga, khususnya yang tinggal di sekitar aliran sungai terdampak.

Larangan Sementara Konsumsi Ikan
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Hendra Tarmizi, menegaskan bahwa langkah antisipasi sangat diperlukan untuk mencegah gangguan kesehatan kronis akibat paparan zat kimia berbahaya.

“Untuk kehati-hatian, sementara masyarakat diminta tidak mengonsumsi dulu ikan yang diduga terpapar limbah sebelum hasil laboratorium resmi keluar,” ujar dr. Hendra saat dikonfirmasi media.

Menunggu Hasil Uji Laboratorium
Saat ini, pihak terkait tengah melakukan pengambilan sampel air dan biota sungai untuk diuji di laboratorium lingkungan. Langkah ini diambil untuk memastikan apakah kandungan air masih dalam batas aman atau telah melewati ambang batas baku mutu kesehatan.

Pihak Perumda TKR sendiri dikabarkan terus memantau kualitas air pada titik intake secara intensif. Warga diminta untuk:

• Memantau perubahan warna, bau, atau rasa pada air keran.

• Melaporkan segera jika ditemukan banyak ikan yang mati mendadak di aliran sungai terdekat.

• Menggunakan sumber air alternatif untuk kebutuhan konsumsi (minum dan masak) hingga ada pengumuman resmi lebih lanjut.
Pemerintah daerah berjanji akan segera merilis hasil uji lab kepada publik segera setelah proses analisis selesai guna memberikan kepastian dan rasa aman bagi masyarakat.