Embaran.co | Tangerang – Baru-Baru ini ramainya di sosial media dengan ucapan yang di keluarkan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang melalui Kepala Bidang Hubungan Industri bahwasannya Pengusaha keluhkan banyaknya Ormas dan LSM, Sehingga investasi banyak gangguan, di akun YouTube CNBC Indonesia.

Desyanti selaku Kabid mengatakan bahwa banyaknya keluhan perusahaan yaitu kenyamanan berinvestasi, yang mana di lingkungan perusahaan itu banyak LSM dan Ormas yang kadang-kadang mengirimkan surat, sehingga menggangu kepada pihak perusahaan.

Disnaker sering mendapatkan laporan Keluhan dari pihak perusahaan ” Bu, kok kami dikirimkan surat seperti ini ya “.

Desyanti dalam ucapannya “Berbeda dengan di luar negri di Indonesia itu ya faktanya seperti itu”.

Sehingga tergiring asumsi bahwasannya Kabid HI Disnaker Kabupaten Tangerang menuding LSM dan Ormas menjadikan investasi banyak gangguan serta pemicu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Hal tersebut membuat beberapa aktivis yang berada di kabupaten Tangerang bereaksi, Senin (19/06/2023).

Alamsyah salah satu Aktivis Senior mengatakan, Justru kita itu hadir di saat jeritan para buruh sudah sampai finisnya, dimana mereka mengadukan nasibnya ke disnaker tapi di abaikan dan tidak ada kejelasannya.

2567226282
Foto : Aktivis H.Alamsyah, Mk

“Adanya Lembaga Kontrol Sosial (LSM) justru mengingatkan para investor terutama Penanam modal asing agar tidak boleh semena-mena terhadap pekerja indonesia dan terhadap lingkungan”, ucap Alam.

Banyak kasus yang ditemui seperti upah yang sangat jauh dengan apa yang telah di tentukan oleh pemerintah, banyaknya PHK sepihak,di tambah jam kerja yang tidak jelas, lembur banyak yang tidak di bayarkan, apalagi yang ramai saat ini mengakali pekerja yang belum habis kontraknya di cari-cari kesalahannya agar di keluarkan dengan tujuan ganti pekerja yang baru karena daftar anteriannya sudah panjang.

Lanjut Alam “Kita semua tahu pandemi covid salah satu penyebab banyak perusahaan gulung tikar, di tambah lagi dengan upah di Kabupaten Tangerang yang menurut pengusaha sangat besar, terbukti mereka banyak yang pindah ke Jawa Tengah”,

Dan keyakinan mereka pengusaha dan juga buruh yang sudah sangat lemah terhadap kinerja pemerintah melalui Disnaker yang dianggap tidak bisa menengahi dan memberikan solusi.

“Jika kita lihat bahasanya ibu Desyanti ini kan jelas mengkambing hitamkan LSM dan Ormas, kita akan grudug kantor Disnaker Kabupaten Tangerang agar dia menjelaskan apa maksudnya”, tutup Alam.