EMBARAN.CO — Polisi akhirnya selidiki kasus tragis seorang karyawan Mayora Plant Jayanti berinisial ALS (22), yang tewas tertimpa lift barang di tempat kerjanya pada Sabtu, 21 Juni 2025.
Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, saat dikonfirmasi pada Minggu, 13 Juli 2025.
“Saya tindak lanjuti”, ungkap Kapolresta Tangerang, yang baru menjabat belum genap satu bulan itu.
Kasus tragis tewasnya karyawan mayora ini masih terus menjadi sorotan, terutama di media sosial. Dimana mayoritas netizen sampai menggunakan ungkapan “sisi gelap Mayora” dalam komentar mereka.
Uniknya, kebanyakan netizen yang berkomentar miring tentang perusahaan produsen makanan dan minuman itu, justru mengaku pernah bekerja di sana (ex-Mayora).
“Gak cuma taruhan fisik, di Mayora juga taruhan mental dengan atasan dan lingkungan yang sangat toxic” ungkap netizen dalam unggahan tiktok @inforecehlagi.
“Kalo udah kerja di MAYORA TAU SISI GELAPNYA PASTI PAHAM” ungkap netizen lain.
“Loyalitas No1 K3 Belakangan” lanjut netizen lainnya.
Kasus ini pun semakin dibuat heboh, dengan fakta terbaru yang diungkapkan pihak keluarga. Dimana mereka mengaku sempat dihalangi untuk melihat jasad korban saat di rumah sakit.
Sementara menanggapi adanya peristiwa tragis itu, pihak DPRD Kabupaten Tangerang pun tidak tinggal diam.
Melalui surat resmi, pihak Mayora Plant Jayanti dipanggil untuk melakukan klarifikasi dan membuka sejelas-jelasnya apa yang terjadi di perusahaan tersebut, meski akhirnya mereka mangkir.
Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamamd Amud, menegaskan kembali berkirim surat pemanggilan, menanggapi tidak hadirnya pihak PT. Mayora. Bahkan pihaknya menuturkan akan melakukan sidak kaitan SOP dan K3 di perusahaan tersebut.

Tinggalkan Balasan