TANGERANG — Sudah terbilang nekat menjadikan lahan kosong di pemukiman warga sebagai tempat pembuangan limbah diduga B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), justru muncul dugaan pengancaman dari salah seorang warga kepada warga lain yang merasa resah akan kondisi lingkungan tempatnya tinggal.
Dugaan pengancaman itu pun muncul, usai perilaku tidak bertanggung jawab menjadikan lahan kosong pemukiman warga sebagai tempat pembuangan limbah industri yang diduga B3, viral di media sosial dan jadi sorotan publik.
Diungkapkan IM yang sebelumnya mengeluhkan kondisi lingkungannya menjadi tidak sehat, muncul bau menyengat dan terasa perih di mata akibat limbah, bahwa salah seorang anak dari oknum RT merespon keras viral nya persoalan itu dengan chat bernarasi menantang.
Tidak main-main, IM memaparkan dalam chat tersebut sang anak dari oknum RT menantang salah seorang warga untuk mengajak warga lainnya melakukan aksi unjuk rasa (demo), bahkan melaporkan persoalan ini kepada pihak kepolisian.
“Sempat posting di media sosial, nah anak nya salah satu RT tersebut ada chat menantang, kalau mau laporin silahkan laporin, kalau mau demo silahkan”, paparnya kepada awak media, Rabu 6 November 2025.
Orang tersebut seakan percaya diri lanjutnya, dan merasa bahwa membuang limbah di pemukiman warga bukanlah hal salah.
Bahkan dari bukti chat yang diterima, anak dari oknum RT dengan jelas menyatakan bahwa melaporkan persoalan ini kepada pihak kepolisian, tidak akan membuahkan hasil jika tanpa uang.
“Moal aya fungsian lamun cuma update doang mah, kuari mah lapor gh kudu boga duit puguh” kata anak oknum RT dalam chat tersebut.
Tak selesai di situ, intervensi anak oknum RT tersebut juga dilanjutkan dengan melarang agar teman dari IM ini, tidak ikut campur dalam persoalan limbah tersebut.
Parahnya, dalam chat itu sang anak oknum RT sampai membawa-bawa istri teman IM tersebut yang tengah hamil, seakan ada peringatan di dalamnya.
Hal ini tentu membuat IM sendiri merasa khawatir dan terancam, karena ia sendiri dalam kondisi hamil.
“Nyahade bro ari pamajikan ker ngisi mah, ulah lona tein ilu campur, ari ka ganggu mah nyien bae laporan ka polsek, laju ajak wae warga demo, ari bener-bener ka usik mah ja kamari urang nele keluarga mimin gj ja mulungan besina” kata anak RT tersebut dalam chat WhastApp.
Sementara itu di sisi lain, oknum RW yang diduga terlibat dalam persoalan ini pun disebut mendatangi rumah salah seorang warga lain, meminta agar video yang tengah viral di medsos segera dihapus.
“Pada hari ini RW tersebut datang ke rumah teman saya yang posting video, untuk menghapus video yang sudah diposting. Karena menurut RW nya itu bukan dia yang buang limbah” terang IM.
Dirinya berpendapat, bahwa seharusnya jika memang ingin memiliki usaha limbah siapapun itu, harusnya tidak mengganggu lingkungan pemukiman warga. “Harusnya kan kalau mau punya usaha limbah harus menyediakan tempat nya lebih terdahulu yang jauh dari pemukiman warga” tegasnya.
Dirinya berharap, agar persoalan ini mendapatkan perhatian serius dari pihak berwenang dan para pemangku jabatan di pemerintahan agar cepat diselesaikan, dan lingkungan tempat tinggalnya dapat kembali terasa nyaman untuk ditinggali.

Tinggalkan Balasan