TANGERANG – Menjelang puncak arus mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), upaya perlindungan kesehatan bagi para pelaku perjalanan terus diperketat. Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Jakarta bersinergi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, serta Puskesmas Gembong melaksanakan kegiatan Surveilans Faktor Risiko Penyakit pada Situasi Khusus, Rabu (31/12).

​Fokus utama dalam kegiatan kali ini adalah memastikan kualitas lingkungan dan keamanan pangan di titik-titik lelah pemudik, salah satunya di Rest Area KM 43 Tol Jakarta-Merak.

​Kepala Puskesmas Gembong drg.Muslim, M.K.M menjelaskan, tim gabungan melakukan inspeksi kesehatan lingkungan dan mengambil sampel makanan dari sejumlah pedagang yang beroperasi di area tersebut. Langkah ini diambil untuk mendeteksi dini adanya cemaran fisik, kimia, maupun biologi yang berpotensi menyebabkan masalah kesehatan bagi para pemudik.

​”Kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi masyarakat. Arus mudik Nataru memiliki mobilitas yang sangat tinggi, sehingga risiko penularan penyakit atau gangguan kesehatan akibat pangan yang tidak higienis harus kita minimalisir sejak dini,” ucap Muslim.

​Sinergitas antara BB Labkesmas Jakarta dengan instansi kesehatan daerah menjadi kunci keberhasilan deteksi dini ini:

  • BB Labkesmas Jakarta: Fokus pada pengujian laboratorium dan teknis surveilans.
  • Dinkes Provinsi Banten & Kabupaten Tangerang: Melakukan koordinasi wilayah dan pengawasan berkelanjutan.
  • Puskesmas Gembong: Memberikan dukungan teknis lapangan dan edukasi langsung kepada para pedagang.

​Hasil dari pengambilan sampel ini akan dianalisis secara mendalam untuk memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi oleh para pelaku perjalanan memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

​Selain melakukan pengawasan, tim juga memberikan edukasi kepada para pengelola rumah makan dan pedagang di rest area agar tetap menjaga kebersihan fasilitas serta memperhatikan masa kedaluwarsa bahan baku. Para pemudik pun diimbau untuk selalu mencuci tangan sebelum makan dan memilih tempat makan yang terlihat bersih dan terawat.

​Dengan adanya surveilans ini, diharapkan arus mudik Nataru 2025 dapat berjalan dengan aman, sehat, dan selamat sampai tujuan.