TANGERANG -Kasus campak kembali merebak, Kementerian Kesehatan mengeluarkan peringatan kedaruratan kasus campak di Indonesia. Di wilayah kerja Puskesmas Balaraja ditemukan 19 kasus terduga campak yang dilaporkan hingga bulan Oktober 2025. Laporan dari poli yang mengarah ke kasus campak akan dilakukan pemeriksaan laboratorium, begitu juga laporan dari bidan desa atau kader kesehatan jika melaporkan terduga campak di Desa/ Kelurahan akan dilakukan pemeriksaan oleh petugas surveilans untuk dilakukan penelusuran secara langsung atau dilakukan penyelidikan epidemiologi kesehatan. Sampel pemeriksaan dari orang yang terduga campak akan dikirimkan ke laboratorium kesehatan daerah untuk diperiksa apakah positif campak atau tidak. Puskesmas Balaraja sudah mengirimkan semua sampel terduga campak dan sedang menunggu hasil pemeriksaan dikeluarkan oleh laboratorium kesehatan daerah.
Campak atau Measles merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus measles. Campak merupakan penyakit menular yang penyebarannya cukup cepat dan ditularkan melalui udara dengan cara droplet melalui percikan air liur saat berbicara, batuk, ataupun bersin. Menurut Kementerian kesehatan, tingkat penularan campak sangat tinggi: bila ada 10 orang yang belum pernah divaksin campak dan terpapar penderita, maka 9 di antaranya hampir pasti tertular.
Pasien campak memiliki gejala seperti ruam merah pada wajah leher dan seluruh tubuh, demam tinggi, tubuh lemas, mata merah/ berair, batuk, dan pilek. Jika sudah memberat, akan muncul gejala seperti diare berat dan akan menimbulkan komplikasi seperti pneumonia, infeksi telinga, radang otak, bahkan kematian.
Menurut Kepala Puskesmas Balaraja, dr. Sulastri, M.IP., campak merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Imunisasi sangat penting dilakukan, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi dapat melindungi orang disekitarnya sehingga dapat mencegah penularan penyakit di masyarakat.
Jika terdapat tanda – tanda campak pada anak atau orang dewasa, segera periksakan diri anda ke Puskesmas Balaraja untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jangan lakukan pengobatan tanpa pengawasan dokter atau tenaga kesehatan lainnya. Jika sudah terkonfirmasi campak, maka pasien harus lakukan isolasi mandiri dirumah dengan pengawasan tenaga kesehatan atau di fasilitas layanan kesehatan karena penyakit campak mudah menular terutama pada orang yang belum melakukan imunisasi. Kenali gejala campak sedini mungkin, agar lebih cepat ditangani dan mencegah komplikasi serius pada penderita campak.

Tinggalkan Balasan