TANGERANG — Pertunjukan Sendratarsik Samagra Babad Cisoka berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 19.30 WIB, bertempat di Bumi Perkemahan Cisoka, Kampung Mareme, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang.

Pertunjukan ini mengangkat tajuk “Samagra Babad Cisoka” dengan format sendratari yang memadukan unsur seni pertunjukan dan kisah sejarah lokal. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang ekspresi seni yang mengangkat identitas serta cerita masa lalu Cisoka melalui pendekatan artistik.

Berdasarkan informasi pada materi publikasi, kegiatan ini melibatkan kolaborasi tiga pihak yang ditampilkan melalui logo Artura, Teater Bahtera SMAN 8 Kabupaten Tangerang, serta satu kelompok atau institusi lain yang identitasnya belum dapat dipastikan hanya dari poster.

Mengangkat Tokoh dan Kisah dalam Babad Cisoka

Pertunjukan ini menampilkan sejumlah tokoh yang berkaitan dengan kisah yang diangkat, antara lain Syekh Mas Mas’ad yang diperankan oleh Ikbal Aulia Rahman, Syekh Mubarok oleh Badrussalam, Sultan Maulana Yusuf oleh Irvan Saputra Lubis, Ki Daeng oleh Muhammad Alviansyah, Raja Pajajaran oleh Haikal Fahmi, Ki Buyut Seteng oleh Dias Eka Kusuma, Ki Mas Laeng oleh Aldi Firmansyah, serta Penjaga Perbatasan oleh Muhammad Ryan.

Pencantuman tokoh-tokoh tersebut memperlihatkan cakupan cerita yang akan dibawakan melalui pertunjukan. Meski demikian, penjelasan lebih jauh mengenai latar sejarah, alur cerita, dan interpretasi artistik masing-masing tokoh perlu merujuk pada keterangan resmi tim produksi agar tidak menimbulkan kekeliruan informasi sejarah.

Didukung Tim Produksi dari Berbagai Bidang

Pementasan Samagra Babad Cisoka melibatkan sejumlah personel dengan tanggung jawab artistik yang berbeda.

Rizka Puspitasari tercantum sebagai sutradara, Irham Mulyana sebagai penulis naskah sekaligus koreografer, Badrussalam sebagai dramaturgi, dan Makhroji sebagai komposer.

Keterlibatan tim tersebut menunjukkan adanya pembagian peran dalam penggarapan pertunjukan, mulai dari penyusunan naskah, pengarahan adegan, pengembangan gerak, hingga pengolahan unsur musik.

Melalui perpaduan unsur tersebut, sendratari ini membawa kisah yang diangkat ke dalam bentuk pertunjukan panggung. Penilaian mengenai keberhasilan penyajian artistik maupun tanggapan penonton tetap memerlukan pengamatan langsung dan keterangan dari pihak terkait.

Informasi Jadwal dan Lokasi

Pementasan dijadwalkan pada:

  • Hari, tanggal: Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Waktu: Pukul 19.30 WIB
  • Lokasi: Bumi Perkemahan Cisoka, Kampung Mareme, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang
  • Nama pertunjukan: Sendratarsik Samagra Babad Cisoka

Seni Pertunjukan sebagai Ruang Ekspresi Budaya

Pertunjukan seni yang mengangkat kisah lokal dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan identitas suatu wilayah kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui medium panggung, cerita yang berhubungan dengan sejarah dan tradisi lokal berpeluang disampaikan dalam bentuk yang lebih komunikatif dan menarik.

Dalam konteks Cisoka, pementasan Samagra Babad Cisoka dapat menjadi ruang bagi pelaku seni untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkenalkan kisah lokal melalui pertunjukan. Namun, akurasi penyampaian sejarah tetap penting agar unsur artistik yang ditampilkan dapat dibedakan dari fakta sejarah yang telah terverifikasi.

Pementasan ini dijadwalkan berlangsung di Bumi Perkemahan Cisoka pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026.