TANGERANG – Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan di lingkungan pendidikan, Puskesmas Gembong melaksanakan kegiatan Pengkajian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sejumlah sekolah di wilayah kerjanya.

Langkah ini diambil sebagai komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem sekolah yang bersih, sehat, dan bebas dari ancaman penyakit. Selasa (25/11).

​Kepala Puskesmas Gembong drg.Muslim, M.K.M menjelaskan, kegiatan ini menyasar seluruh elemen sekolah, mulai dari peserta didik, guru, hingga tenaga kependidikan. Tim kesehatan dari Puskesmas Gembong melakukan penilaian secara menyeluruh melalui metode observasi langsung terhadap fasilitas sekolah, wawancara mendalam, serta pengisian instrumen PHBS yang telah terstandarisasi.

​”Pengkajian ini bukan sekadar penilaian, tetapi bertujuan untuk memetakan sejauh mana penerapan pola hidup sehat telah menjadi budaya di sekolah. Kami melihat langsung bagaimana ketersediaan air bersih, penggunaan jamban sehat, hingga ketiadaan jentik nyamuk di lingkungan sekolah,” ujar Muslim.

​Tidak hanya melakukan pendataan, petugas kesehatan juga memberikan edukasi interaktif kepada para siswa dan guru. Sosialisasi ini menekankan pentingnya kebiasaan sederhana namun berdampak besar, seperti mencuci tangan dengan sabun dan mengonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah. Edukasi sejak dini dianggap sebagai kunci utama dalam pembentukan karakter generasi yang peduli kesehatan.

​Pihak Puskesmas Gembong berharap, melalui hasil pengkajian ini, pihak sekolah dapat mengidentifikasi aspek kesehatan apa saja yang sudah berjalan dengan baik dan mana yang masih perlu perbaikan.

​Data yang terkumpul nantinya akan dijadikan bahan evaluasi bersama antara pihak sekolah dan puskesmas. Hasil tersebut akan ditindaklanjuti dengan program pembinaan kesehatan sekolah secara berkelanjutan, guna memastikan lingkungan belajar yang optimal bagi tumbuh kembang peserta didik.