TANGERANG — Forum Masyarakat Kawal Tangerang Maju (FMKTM) menyoroti keterbatasan akses pelayanan kesehatan spesialis mata, khususnya penanganan penyakit retina, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang. Melalui laporan pengaduan dan aspirasi masyarakat yang ditujukan kepada Bupati Tangerang melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, FMKTM mendorong pemerintah daerah mengevaluasi ketersediaan layanan spesialis mata di rumah sakit milik pemerintah daerah.
Ketua FMKTM, Hasan Doni, menyampaikan bahwa pengembangan layanan kesehatan spesialis mata perlu mendapat perhatian agar masyarakat memperoleh akses pemeriksaan dan penanganan medis sesuai kebutuhan tanpa harus selalu dirujuk ke luar daerah.
Dalam dokumen pengaduannya, FMKTM mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam membangun dan mengembangkan fasilitas pelayanan kesehatan.
Namun, menurut Doni, peningkatan sarana kesehatan tersebut perlu diikuti dengan pengembangan jenis layanan spesialis yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
“Dengan tersedianya rumah sakit milik pemerintah daerah, masyarakat tentu berharap pelayanan kesehatan semakin lengkap, berkualitas, dan mudah dijangkau,” ucap Doni.
Akses layanan retina menjadi perhatian
Doni menilai pelayanan spesialis mata, terutama yang berkaitan dengan penyakit retina, perlu dievaluasi secara menyeluruh. Dalam pengaduan tersebut, organisasi itu menyampaikan bahwa sebagian pasien yang membutuhkan penanganan mata lebih khusus masih berpotensi memerlukan pelayanan lanjutan di rumah sakit lain, termasuk di luar Kabupaten Tangerang.
Kondisi tersebut, menurut Doni, dapat menimbulkan beban tambahan bagi pasien dan keluarga, mulai dari biaya transportasi, akomodasi, pendampingan, hingga waktu perjalanan. Dalam kondisi tertentu, perjalanan dan proses rujukan juga perlu dikelola dengan baik agar tidak menghambat akses pasien terhadap penanganan medis yang dibutuhkan.
Meski demikian, cakupan layanan spesialis mata pada masing-masing RSUD, ketersediaan dokter dengan kompetensi terkait retina, serta jumlah pasien yang harus dirujuk ke luar daerah perlu dikonfirmasi melalui data resmi dari rumah sakit dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
Dorong evaluasi fasilitas dan tenaga medis
Doni meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan evaluasi terhadap kelengkapan layanan spesialis mata di seluruh RSUD. Evaluasi tersebut diharapkan mencakup ketersediaan dokter spesialis dan subspesialis yang relevan, peralatan pemeriksaan, fasilitas penunjang diagnosis, serta kemampuan rumah sakit dalam memberikan tindakan medis sesuai standar pelayanan.
Selain itu, Doni mengusulkan kajian pembentukan pusat layanan spesialis mata dan retina di Kabupaten Tangerang. Layanan tersebut diharapkan dapat dikembangkan secara bertahap berdasarkan kebutuhan pasien, kesiapan sumber daya manusia, ketersediaan peralatan, dan kemampuan anggaran daerah.
Menurut Doni, penguatan sistem rujukan juga penting agar pasien dapat memperoleh informasi yang jelas mengenai fasilitas yang mampu menangani penyakitnya, termasuk pilihan rumah sakit rujukan apabila tindakan yang dibutuhkan belum tersedia di RSUD setempat.
Anggaran kesehatan diharapkan menjawab kebutuhan masyarakat
Dalam pengaduannya, Doni turut meminta pemerintah daerah mengevaluasi prioritas pengembangan fasilitas dan pelayanan kesehatan. Organisasi tersebut berpandangan bahwa kebutuhan operasional rumah sakit perlu berjalan seiring dengan pengembangan fasilitas medis strategis yang dibutuhkan masyarakat.
Doni menegaskan bahwa sorotan terhadap alokasi anggaran bukan dimaksudkan untuk mempertentangkan belanja operasional dengan belanja pelayanan medis. Aspirasi tersebut, menurut organisasi itu, ditujukan untuk mendorong evaluasi efektivitas penggunaan anggaran agar peningkatan pelayanan kesehatan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
Doni juga menilai bahwa pengembangan layanan spesialis yang sesuai kebutuhan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap RSUD dan mengurangi kebutuhan sebagian pasien untuk mencari pelayanan di luar daerah. Adapun dampaknya terhadap pendapatan rumah sakit dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) perlu dikaji berdasarkan kelayakan layanan, kebutuhan masyarakat, serta ketentuan pengelolaan keuangan yang berlaku.
Sepuluh poin aspirasi kepada Bupati Tangerang
Melalui surat pengaduan tersebut, FMKTM menyampaikan sepuluh usulan kepada Bupati Tangerang, yaitu:
- Mengevaluasi ketersediaan dan kelengkapan pelayanan spesialis mata di seluruh RSUD Kabupaten Tangerang.
- Mendorong pengembangan layanan mata yang lebih komprehensif, tidak terbatas pada jenis pelayanan tertentu.
- Memprioritaskan kajian pengembangan layanan retina, termasuk pemeriksaan, diagnosis, tindakan medis, dan fasilitas penunjang sesuai standar.
- Meningkatkan ketersediaan tenaga medis dengan kompetensi yang dibutuhkan, termasuk subspesialis terkait penyakit retina.
- Melengkapi peralatan medis dan sarana pemeriksaan mata sesuai kebutuhan dan standar pelayanan.
- Mengkaji pembentukan pusat layanan spesialis mata dan retina sebagai salah satu opsi penguatan layanan rujukan daerah.
- Menyusun perencanaan dan penganggaran pengembangan layanan secara bertahap.
- Meningkatkan sistem rujukan pasien berdasarkan kemampuan fasilitas dan kebutuhan medis.
- Mengkaji kelayakan pengembangan layanan spesialis dari sisi manfaat pelayanan dan potensi pendapatan rumah sakit daerah.
- Memasukkan peningkatan pelayanan spesialis mata, khususnya retina, dalam evaluasi prioritas peningkatan mutu layanan kesehatan daerah.
Menunggu tindak lanjut pemerintah daerah
Doni berharap laporan pengaduan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya dalam merencanakan pengembangan layanan spesialis mata yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Doni juga berharap pemerintah daerah memberikan tindak lanjut yang terukur, termasuk penjelasan mengenai kondisi layanan saat ini, kebutuhan pengembangan fasilitas, kesiapan tenaga medis, serta tahapan perencanaan apabila penguatan layanan retina dinilai diperlukan.


Tinggalkan Balasan